Artikel Terbaru

Bukti Messi Bikin PSG Makin Kaya Raya

Messi Bikin PSG Makin Kaya

Lionel Messi Bikin PSG Makin Kaya

Lionel Messi terbukti telah menghasilkan banyak uang bagi Paris Saint-Germain (PSG) sejak kedatangannya dari Barcelona pada Agustus 2021 lalu.

Messi menandatangani kontrak dua tahun dengan tim runner up Liga Prancis 2021 itu usai meninggalkan Barcelona.

Kehadiran Messi kini mulai membuahkan hasil. Dari sisi permainan Messi telah mencetak 11 gol dan mencatatkan 15 assist di semua kompetisi.

Kini, La Pulga juga siap membawa PSG merebut kembali juara Liga Prancis pada 2022.

Selain kesuksesan di lapangan, Messi juga turut membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi PSG.

Dikuti dari El Economista yang dilansir Sportbible terbukti bahwa pemenang Ballon d’Or tujuh kali itu mampu menghasilkan tambahan pemasukan senilai 612 juta poundsterling atau sekitar Rp10,3 triliun selama satu tahun.

Selama 12 bulan sejak Messi bergabung dengan Les Parisiens, PSG mampu meningkatkan aliran pendapatan mereka sebesar 13 persen menyusul kesepakatan sponsor yang menguntungkan dari sejumlah merek besar seperti Dior PlaybetR dan GOAT.

Selain itu, nilai mata uang kripto klub juga telah berlipat ganda melebihi 300 miliar euro atau sekitar Rp4 kuadriliun.

Laporan El Economista juga mengklaim bahwa PSG telah menjual sekitar satu juta kaos selama musim ini dengan 60 persen di antaranya jersey dengan bertuliskan Messi 30 di punggungnya.

Baca juga : Pernyataan Pedas Ruediger soal Qatar Gelar Piala Dunia 2022

Pernyataan Pedas Ruediger soal Qatar Gelar Piala Dunia 2022

Kritik masih berdatangan kepada Qatar, terkait penunjukannya menggelar Piala Dunia 2022. Kali ini Antonio Ruediger, bek Real Madrid asal Jerman, mengecamnya.

Piala Dunia 2022 akan di gelar di Qatar. Pesta sepakbola terbesar itu akan berlangsung akhir tahun ini.

Rupanya Piala Dunia Qatar mendapatkan banyak kritikan sejak lama. Keputusan FIFA menunujuk Qatar menjadi tuan rumah menuai banyak sorotan.

Salah satunya , Qatar dinilai punya rekor buruk soal Hak Asasi Manusia. Mulai dari isu pekerja migran hingga kebebasan berekspresi.

Baca juga : Gareth Southgate

Hal itu bertentangan dengan FIFA. Hingga saat ini, kecaman terus berdatangan mengatakan, termasuk dari pemain dan penggemar.

Real Madrid, bek Madrid asal Jerman, salah satu yang mengecam hal itu. Ia menilai, Piala Dunia 2022 di Qatar bukan semata demi kepentingan penggemar dan pemain, melainkan untuk uang.

“Menghadiahkan mereka Piala Dunia kepada mereka bukanlah keputusan yang baik untuk penggemar dan para pemian. Itu menunjukan uang memainkan peran penting dalam dubia sepakbola,” Kata Ruediger , dilansir Football-Espana.

Ruediger menilai aksi boikot para pemain juga tidak mempan. Ia menilai, harusnya organisasi yang berkepentingan yang melakukannya.

“Saya melihat perdebatan boikot sebagai sesuatu yang harus di lakukan oleh institusi, bukan para pemain. Tentu saja kami harus melihat hal-hal secara kritis dan kami telah melakukannya,” ungkap bek Timnas Jerman itu.

Gareth Southgate Disarankan Tidak Bawa Dua Pemain MU Ini Jika Ingin Sukses Di Piala Dunia 2022

MANCHESTER, ENGLAND Harry Maguire of Manchester United dan Luke Shaw of Manchester United

Sven-Goran Eriksson baru-baru ini memberikan saran kepada Gareth Southgate. Mantan manager itu menilai Harry Maguire dan Luke Shaw sebaiknya tidak di bawa ke Piala Dunia ke 2022 nanti.

Seperti yang sudah kita ketahui, Piala Dunia 2022 di Qatar sudah sangat dekat. Kompetisi akan di gulirkan di akhir November 2022 mendatang.

Suluruh peserta Piala Dunia 2022 termasuk Inggris punya satu kesempatan untuk mempersiapkan diri.

Gareth Southgate membuat sejumlah kejutan dengan tim yang ia bawa untuk jeda internasional ini. Ia memanggil Luke Shaw dan Harry Maguire ke skuat The Three Lions kendati keduanya kini tidak jadi starter di MU.

Lebih Baik Dicoret

Eriksson gagal paham mengapa Southgate memanggil Shaw dan Maguire.

Ia menilai kedua pemain ini sudah kehilangan posisinya di Manchester United. Jadi ia menilai memanggil mereka ke skuat Piala Dunia akan jadi perjudian besar.

“Saya rasa Southgate lebih baik tidak memanggil Maguire dan Shaw, karena mereka kini tidak bermain dengan reguler [di Manchester United],” ungkap Eriksson.

Baca juga : 5 Kiper Tangguh yang Bakal Beraksi di Piala Dunia 2022

Jangan Main-main

Eriksson menyebut membawa pemain yang tidak bermain reguler ke Piala Dunia itu merupakan sebuah perjudian besar bagi Southgate.

Ia menilai pemain yang tidak bermain reguler tidak akan bisa tampil apik di Piala Dunia. Jadi ia menyarankan Southgate menimbang ulang untuk menggunakan jasa kedua bek itu.

“Sangat sulit membiarkan mereka [Shaw dan Maguire] bermain di tim nasional, karena hanya berlatih dan bermain di pertandingan sesungguhnya itu sangat berbeda. Jadi saya rasa sangat sulit bagi Southgate untuk membawa mereka ke Piala Dunia nanti,” imbuh sang manajer.

Tersingkir

Baik Maguire dan Shaw sama-sama tersingkir dari skuat Manchester United. Ironisnya, mereka kalah dari dua pendatang baru.

Shaw kehilangan tempatnya dari Tyrell Malacia sementara tempat Maguire diserobot Lisandro Martinez yang sama-sama baru bergabung di musim panas ini.

Baca juga : Roger Milla, Pencetak Gol Tertua di Panggung Piala Dunia

Dolar Amerika Serikat Merajalela Tembus Rp 15.000

Dolar AS Merajalela Tembus Rp 15.000

Dolar Amerika Serikat

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pada penutupan hari ini menguat. Dolar berdasarkan data RTI tercatat pada level Rp 15.023.

Direktiur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaaibi mengungkapkan mata uang rupiah di tutup melemah 13 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 30 point di level Rp 14.997 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.983.

“sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan naik turun di rentang Rp 14.980-15.040”

Dawan Pakar Institute of Social Ryan Kiryanto menjelaskan pergerakan dolar AS memanas akibat geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

“Jadi orang melepas mata uang non dolar AS untuk beli dolar AS. Ini fenomena Super Strong US Dollar,” kata dia.

Hampir Semua Mata Uang Asia Loyo

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI),Edi Susianto menjelaskan memang hampir semua mata uang negara berkembang di Asia melemah, termasuk rupiah. Menurut Edi pemicunya lebih karena antisipasi terhadap keputusan The Fed untuk Fed Fund Rate (FFR) yang akan diputuskan pada Rabu atau Rabu malam waktu Indonesia di mana pelaku pasar memperkirakan The Fed menaikkan cukup agresif yaitu 75 bps.

“Tentu hari ini kami masuk pasar dengan triple intervention-nya untuk memastikan jangan sampai terjadi pelemahan yang liar atau berlebihan,”

Roger Milla, Pencetak Gol Tertua di Panggung Piala Dunia

Penyerang legendaris Timnas Kamerun, Roger Milla

Tidak ada yang memprediksi tim nasional Kamerun akan berbicara banyak di Piala Dunia 1990 Italia. Namun Roger Milla dan kawan-kawannya memutarbalikkan semua prediksi yang ada.

Di ajang tersebut, Milla mencetak empat gol dan menjadikan Kamerun tim pertama Afrika yang tampil di babak perempat final Piala Dunia. Prestasi itu itu di capai saat ia berusia 38 tahun.

Sejak saat itu Milla benar-benar mengubah cara pandang dunia terhadap sepak bola Afrika. Goyangan Milla usai mencetak gol kemudian jadi salah satu hal yang sulit dilupakan dalam sejarah Piala Dunia.

Milla kembali membuat kejutan di Piala Dunia 1994 saat usia 42 tahun. ia pun di daulat sebagai pemain tertua tertua yang tampil di putaran final Piala Dunia.

Sempat Memutuskan Pensiun dari Timnas

Roger Milla memang besar bersama Kamerun dan atas jasanya pula nama negara tersebut kemudian menjadi besar. Total, ia sudah bertanding di tiga edisi Piala Dunia, yang pertama pada 1982 di Spanyol. Milla sempat memutuskan pensiun dari timnas pada 1987.

Tetapi negara sepertinya memang masih membutuhkan jasanya waktu itu. Tak tanggung-tanggung sang presiden Kamerun, Paul Biya, menelepon langsung Milla agar kembali ke timnas dan ikut ke Piala Dunia 1990.

Lewat Piala Dunia yang “dipaksa” ini ternyata justru membuat namanya melesat.

Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia

Keberhasilan Kamerun menembus perempat final semua itu berkat peran besar Milla yang berhasil mencetak empat gol. Torehan golnya tersebut hanya kalah dari pemain Italia Salvatore Schillaci dan pemain Ceko, Tomas Skuhravy di daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1990.

Memulai laga dari bangku cadangan di pertandingan melawan Rumania, gol Milla di menit ke-76 menjadikan ia sebagai pencetak gol tertua Piala Dunia yakni di usianya yang telah menginjak 38 tahun.

Memulai laga dari bangku cadangan di pertandingan melawan Rumania, gol Milla di menit ke-76 menjadikan ia sebagai pencetak gol tertua Piala Dunia yakni di usianya yang telah menginjak 38 tahun.

Tua-tua Keladi

Roger Milla sendiri ternyata masih bermain bersama Kamerun selang empat tahun kemudian pada edisi Piala Dunia 1994. Pada Turnamen yang diselenggarakan di Amerika tersebut prestasi ‘Indomitable Lions’ memang tak secemerlang edisi sebelumnya.

Kamerun hanya mampu menjadi juru kunci babak fase grup saja. Tetapi sebagai individu, Roger Milla masih mencatatkan sejarah di sana.

Milla menjadi pemain tertua yang bermain di Piala Dunia 1994 Amerika Serika di usianya 42 tahun 39 hari. Rekor tersebut baru pecah 20 tahun kemudian oleh kiper Kolombia, Faryd Mondragon yang bermain di Piala Dunia 2014 di umur 43 tahun 3 hari.

Rekor tersebut memecahkan rekor miliknya sendiri pada edisi sebelumnya dan masih belum terpecahkan hingga sekarang.

IDN SLOT Situs Terbaik untuk login dan bermain di Situs Deposit Pulsa Saat Ini

5 Kiper Tangguh yang Bakal Beraksi di Piala Dunia 2022

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois dengan trofi Liga Champions 2021/22

5 Kiper Tangguh, Ada banyak faktor yang membuat tim bisa meraih kesuksesan ketika berlaga di turnamen sebesar Piala Dunia. Salah satunya, tim harus memiliki Kiper yang tangguh .

Sebanyak 32 negara peserta Piala Dunia 2022 akan menyeleksi penjaga gawang terhebat untuk diberangkatkan ke Qatar. Setiap negara memiliki ratusan bahkan ribuan penjaga gawang dan kemungkinan hanya 3 yang terpilih.

Sebelum terpilih, mereka harus menunjukan kualitasnya terlebih dahulu di level klub. Menjadi penjaga gawang utama di level klub tentunya akan menambah nilai plus.

Ketika terpilih, mereka harus mati-matian mengawal gawang negaranya dari gencarnya serangan negara lain. Jika mampu tampil baik selama Piala Dunia, maka mata dunia tidak akan berpaling dari mereka.

Berikut 5 kiper tangguh calon yang terbaik di Piala Dunia 2022. Apakah mereka tetap akan superior di Qatar pada akhir tahun ini?

1. Keylor Navas (Kosta Rika)

Kiper PSG Keylor Navas.

Keylor Navas tentunya memiliki jam terbang tinggi di level klub hingga ajang internasional. Dia pernah menjadi kiper Real Madrid, hingga kini menjadi kiper andalan Paris Saint Germain (PSG).

Di kancah internasional, Navas juga menjadi sosok penting saat Kosta Rika melaju ke perempat final Piala Dunia 2014. Sayangnya, pada Piala Dunia 2018, mereka tersingkir di babak penyisihan grup.

Lalu akankah Keylor Navas mampu membawa Kosta Rika melaju lebih jauh di Piala Dunia 2022? Mereka harus terlebih melewati hadangan Spanyol, Jerman, Jepang di Grup E.

2. David de Gea (Spanyol)

Kiper Manchester United David de Gea.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique tampaknya lebih memilih kiper Athletic Bilbao, Unai Simon, untuk jadi penjaga gawang utama timnas Spanyol. Hal ini membuat peluang kiper Manchester United David De Gea sangat minim.

Penampilan De Gea bersama Setan Merah musim lalu memang merosot seiring menurunnya prestasi klub. Namun, David De Gea masih memiliki kemampuan terhebat bagi seorang penjaga gawang terbaik di dunia.

3. Mike Maignan (Prancis)

KIper AC Milan Mike Maignan

Hugo Lloris tampaknya memiliki saingan untuk memperebutkan posisi penjaga gawang nomor 1 di timnas Prancis. Saingannya ada kiper AC Milan, Mike Maignan.

Penampilan apiknya bersama AC Milan hingga meraih gelar Scudetto musim lalu membuat nama Mike Maignan makin bersinar. Dia tentunya menambah jam terbang setelah pindah dari Lille pada 2021.

Mike Maignan yang sebelumnya hanya penjaga gawang cadangan di Timnas Prancis kemungkinan bisa menjadi pemain inti di Piala Dunia 2022. Apalagi kiper berusia 27 tahun ini menjadi Goalkeeper of the Year Serie A.

4. Thibaut Courtois (Belgia)

Kiper Real Madrid Thibaut Courtois

Posisi penjaga gawang utama Timnas Belgia tersemat di tangan Thibaut Courtois. Penampilannya bersama Real Madrid hingga meraih gelar La Liga dan Liga Champions membuatnya semakin bersemangat.

Tentu jika mampu membawa Belgia menjadi juara Piala Dunia 2022, gelarnya akan bertambah komplet. Belgia harus mengatasi persaingan dengan tim-tim besar lainnya di Qatar demi meraih gelar tersebut.

5. Alisson (Brasil)

Kiper Liverpool Alisson Becker

Brasil tidak hanya memiliki striker-striker yang haus gol. Mereka juga memiliki kiper andal bernama Alisson Becker.

Bersama Liverpool, Alisson mampu meraih sejumlah gelar dalam beberapa tahun ini. Serupa dengan Courtois, dia tentunya ingin melengkapinya dengan gelar Piala Dunia.

Langka! 8 Pemain yang Pernah Memenangkan Gelar Piala Dunia, Liga Champions dan Ballon d’Or

Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d’Or adalah gelar dan penghargaan yang sangat diidamkan para pesepakbola. Namun, ada beberapa pemain hebat yang punya koleksi tiga gelar itu sekaligus.

Dalam sejarah sepak bola, hanya 43 pemain yang pernah memenangkan Ballon d’Or. Lalu, hanya delapan negara yang pernah membawa pulang trofi Piala Dunia, dan hanya 22 klub yang memenangkan Liga Champions.

Jika mampu memenangkan salah satu gelar ini, merupakan pencapaian prestasi yang sangat istimewa. Apalagi jika mampu memenangkan ketiganya, tentu namanya bakal masuk ke dalam catatan sejarah dunia sepak bola.

Pemain sekelas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi bahkan hingga saat ini belum mampu meraih ketiga trofi ini. Mereka hanya mentok jadi juara Liga Champions dan Ballon d’or, tanpa gelar Piala Dunia.

Berikut 8 pemain yang pernah meraih gelar Piala Dunia, trofi Liga Champions dan Ballon d’Or. Mereka layak mendapatkan 3 gelar ini sekaligus karena determinasi yang tinggi di dunia sepak bola.

1. Bobby Charlton

bobby charlton (c) AFP

Legenda Manchester United, Bobby Charlton, adalah pemain pertama yang pernah memenangkan Ballon d’or, Piala Dunia FIFA, dan Piala Champions (kini Liga Champions). Dia mencetak 249 gol untuk klub dalam 758 pertandingan bagi Manchester United.

Dia adalah anggota penting dari tim Inggris yang memenangkan satu-satunya Piala Dunia pada 1966 saat menjadi tuan rumah.

Kemenangannya di Piala Dunia membantunya memenangkan Ballon d’or pada 1966. Charlton memenangkan satu-satunya Liga Champions pada 1968 saat MU mengalahkan Benfica 4-1 dan dia mencetak dua gol.

2. Paolo Rossi

Paolo Rossi

Hanya lima pemain sepak bola asal Italia yang mampu memenangkan Ballon d’or dan Azzurri telah meraih empat gelar trofi Piala Dunia. Satu di antara pemain Italia yang pernah meraih Ballon d’or dan Piala Dunia yakni Paolo Rossi.

Paolo Rossi memenangkan gelar Piala Dunia pada 1982. Meski kariernya penuh skandal, dia masuk ke skuad timnas Italia dan memenangkan Piala Dunia.

Di level klub, Paolo Rossi mampu bersinar di Vicenza hingga Juventus. Di Juventus, dia pernah mengangkat trofi Liga Champions tahun 1985 setelah mengalahkan Liverpool.

3. Gerd Muller

Legenda Bayern Munchen dan Timnas Jerman, Gerd Muller

Gerd Muller adalah mesin pencetak gol bagi Bayern Munchen denga 564 gol dalam 605 pertandingan. Selama berkarier, dia mampu mencetak 721 gol profesional dalam 769 pertandingan.

Dia mencetak 14 gol untuk Jerman di dua edisi Piala Dunia yakni 1970 dan 1974 hingga memenangkannya pada 1974. Muller juga memenangkan Ballon d’or pada 1970.

Sebelum meraih gelar Piala Dunia 1974, Muller juga memenangkan gelar Liga Champions di tahun yang sama. Dia mencetak hattrick pada laga final ulang untuk kemenangan 4-0 Bayern Munchen atas Atletico Madrid.

4. Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer

Beckenbauer merupakan rekan setim Gerd Muller di Bayern Munchen dan Timnas Jerman. Dia menjadi kapten timnas Jerman saat mengantar negaranya menjadi juara Euro 1972.

Pada tahun itu pula, Beckenbauer juga mendapat trofi Ballon d’or. Dia juga meraih gelar juara Piala Dunia bersama Jerman pada 1974.

Beckenbauer juga mengantar Bayern Munchen juara Liga Champions tiga kali berturut-turut, yakni pada 1974, 1975 dan tahun 1976.

5. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane di ajang Piala Eropa 2000

Banyak yang meragukan Zinedine Zidane saat menjadi pelatih yang kariernya tidak akan sama seperti saat masih bermain. Bagaimana tidak, Zidane memenangkan segalanya saat menjadi pemain.

Zidane merengkuh trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 serta gelar Liga Champions 2002. Pemain berdarah Aljazair ini juga meraih gelar Ballon d’or pada 1998.

Saat menjadi pelatih, karinya juga cemerlang dan menjawab keraguan publik. Dia membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut dari tahun 2015 hingga 2018.

6. Rivaldo

Rivaldo adalah pemain non-Eropa pertama yang memenangkan ketiga penghargaan tersebut. Pemain Brasil itu menghabiskan lima musim di Barcelona antara 1997 dan 2002 dan pada 1999 dia memenangkan Ballon d’Or.

Pada 1999, dia memenangkan La Liga dan Copa America. Tiga tahun kemudian, Rivaldo menyabet gelar Piala Dunia 2002.

Setelah memenangkan Piala Dunia 2002, Rivaldo hijrah dari Barcelona ke AC Milan. Setahun kemudian, membawa AC Milan juara Liga Champions setelah menang adu penalti atas Juventus meski hanya berada di bangku cadangan pada laga ini.

7. Ronaldinho

Ronaldinho (c) FC Barcelona

Dinho selalu menampilkan permainan yang menghibur di lapangan dan membuatnya memiliki banyak penggemar. Tidak hanya menghibur, permainannya bisa mematikan lawan-lawannya.

Dia berhasil meraih gelar Piala Dunia 2002 bersama Brasil. Barcelona tertarik meminangnya setelah ajang tersebut.

Pada 2005, dia berhasil membawa Barcelona meraih gelar Liga Champions. Dinho juga meraih Ballon d’Or pada musim itu.

8. Kaka

Kaka adalah pemain terakhir yang memenangkan Ballon d’Or sebelum era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menguasainya, yakni pada 2007. Dia adalah bagian dari skuad Brasil yang jadi juara Piala Dunia 2002 tetapi hanya bermain 25 menit.

Meskipun perannya memang terbatas, penampilannya untuk Sao Paulo membuat klub-klub Eropa tertarik meminangnya. AC Milan yang akhirnya mendapatkan tanda tangannya.

Dia langsung membawa AC Milan ke final Liga Champions 2005, namun harus kalah dari Liverpool. Dua tahun kemudian, Kaka berhasil membalaskan dendamnya atas Liverpool di laga final Liga Champions dan membawa pulang trofinya.

Robert Lewandowski Masih Melempem di Barcelona

Robert Lewandowski antusias menjalani musim bersama Barcelona. (Getty Images via AFP/ERIC ESPADA)

Robert Lewandowski Masih Melempem

Robert Lewandowski masih melempem di Barcelona sehingga belum berhasil mencatat namanya di papan skor dalam laga pramusim yang di jalani.

Ketika Dembele dan Raphinha di tarik keluar untuk di gantikan Ansu Fati dan Pierre Emerick Aubameyang di babak ke dua.

Dalam laga lawan New York RB, Barcelona menang 2-0.

Lewandowski sempat menghadirkan sejumlah peluang berbahaya di laga tersebut. Namun ancaman-ancaman dari Lewandowski bisa dimentahkan oleh kiper New York RB, Carlos Coronel dan Ryan Meara.

Dengan kegagalan mencetak gol pada laga Barcelona vs New York RB, Lewandowski belum berhasil mencetak gol untuk Barcelona. Lewandowski sudah tampil di tiga laga Blaugrana yaitu melawan Real Madrid, Juventus, dan New York RB.

Di saat Lewandowski belum mencetak gol, penyerang-penyerang Barcelona lain macam Dembele, Depay, dan Rapinha yang justru telah berhasil menyarangkan gol.

Barcelona setelah ini akan menghadapi Pumas UNAM dalam Trofeo Joan Gamper yang berlangsung pada 7 Agustus. Setelah itu, Blaugrana akan memulai La Liga dengan duel lawan Rayo Vallecano.

Lewandowski yang tinggal punya kontrak satu musim di Bayern Munchen didatangkan dengan harga 45 juta euro. Blaugrana berharap banyak pada sosok Lewandowski.

Striker Polandia tersebut bisa mencetak 50 gol musim lalu dan selalu mencetak 40 gol atau lebih dalam tujuh musim terakhir. Sedangkan di musim lalu, tak ada pemain Barcelona yang mampu membukukan lebih dari 15 gol.

Striker Barcelona, Robert Lewandowski melihat pemain-pemain muda Barcelona punya potensi untuk jadi pemain dengan mental juara.

Lewandowski mengakui bahwa mental juara adalah hal yang penting bagi setiap atlet, termasuk pemain sepak bola. Hal itu pula yang mengantarnya pada posisi saat ini.

Penyerang asal Polandia itu pun menilai pemain-pemain muda Barcelona punya potensi serupa.

“Saya melihat hal itu juga banyak di pemain muda di Barcelona. Mereka sangat lapar untuk menunjukkan skill mereka, penampilan terbaik mereka,” ucap Lewandowski dalam sesi konferensi pers jelang laga lawan

Jorge Mendes Lakukan Operasi Senyap, Cristiano Ronaldo Kian Dekat ke Pelukan Mantan

Megabintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, kian dekat untuk balikan dengan klub lamanya, Sporting Lisbon, pada bursa transfer musim panas ini.

Megabintang Manchester United, Cristiano Ronaldo kian dekat untuk balikan dengan klub lamanya, Sporting Lisbon, pada bursa transfer musim panas ini.

Laporan terbaru dari The Athletic membocorkan jika agen Ronaldo Jorge Mendes tengah mengurus kepindahan CR7 ke Estadio Jose Alvalade.

Dalam beberapa pekan terakhir, masa depan Cristiano Ronaldo bersama Manchester United memang tengah di bicarakan.

Muncul gosip jika CR7 ingin angkat kaki dari Old Trafford lantaran tak yakin dengan proyek Manchester United di bawah rezim Erik ten Hag. Secara spesifik, Ronaldo menganggap Setan Merah tak greget dalam berburu wajah anyar.

Padahal para rivalnya berlomba-lomba menggaet pemain baru. Ketimbang para kompetitornya, Setan Merah memang cenderung loyo dalam urusan belanja pemain.

Bandingkan saja dengan Liverpool dan Manchester City yang tampil kesetanan. Kedua rival Manchester United sukses membajak dua pemain kelas wahid demi tetap bersaing di kompetisi musim anyar.

Liverpool sukses menggaet Darwin Nunez dari Benfica dengan nilai transfer mencapai 100 juta euro. Sementara Manchester City sudah colong start dengan memboyong Erling Haaland sebelum dibukanya saga transfer musim panas.

Kondisi yang cukup kontradiktif terjadi pada Manchester United. Jumlah pemain yang di boyong tidak sebanding dengan mereka yang resmi angkat kaki dari Old Trafford.

Itulah sebabnya Ronaldo diisukan ingin meninggalkan Manchester United. Sejurus dengan itu, agennya Jorge Mendes bergerak untuk menawarkan kliennya ke klub lain.

Meski mendapat penolakan dari beberapa klub, namun usaha Mendes mulai membuahkan hasil saat Sporting Lisbon di ambang menggaet Ronaldo di bursa transfer musim panas ini.

Ronaldo ke Sporting Lisbon

Menurut The Athletic, Jorge Mendes telah melakukan operasi senyap untuk membawa Ronaldo ke klub lamanya Sporting

Selain alasan historis, Ronaldo sendiri kabarnya tertarik balikan dengan sang mantan lantaran Sporting Lisbon memastikan diri lolos ke Liga

Klub asuhan Ruben Amorim tersebut sukses finish sebagai runnaer Liga Portugal musim 2021-2022 dan otomatis mendapat satu tiket di kompetisi bergengsi benua biru.

Kedatangan Ronaldo dapat meningkatkan sisi penjualan jersey dsb. Saat ini, klub menjajaki tawaran Mendes dan siap melayangkan proposal pada Manchester United.

“Jorge Mendes sedang bekerja untuk membangun rute keluar dari Old Trafford, dan The Athletic memahami pembicaraan telah diadakan dengan Sporting Lisbon,” bunyi laporan tersebut.

“Klub profesional pertama Ronaldo berada di Liga Champions setelah finis kedua di Liga Primeira,”

“Memenuhi upahnya yang tinggi akan menjadi rumit. Dikatakan pelatih kepala Ruben Amorim, ia memiliki keraguan untuk membawa Ronaldo ke timnya,”

“Namun, penandatanganan Ronaldo bakal membawa manfaat komersial yang bisa membuka peluang pemasaran tanpa akhir di panggung global,”

Hajar Man City Liverpool Berhasil Juara Community Shield 2022

Selebrasi Darwin Nunez usai bobol gawang Man City. (Action Images via Reuters/ANDREW BOYERS)

Hajar Man City Liverpool

Hajar Man City Liverpool berhasil menjadi juara Community Shield 2022 usai menang 3-1 atas Manchester City.

Sejak awal permainan Liverpool langsung mengambil inisiatif menyerang dan mencoba menguasai bola.

Sementara Manchester City baru mulai nyaman bisa memainkan strategi ball possession pada menit ke-15. Para pemain Man City mulai tampak begitu nyaman untuk bermain umpan-umpan pendek satu dua sentuhan.

Namun Liverpool tetap tampil lebih tajam. Meski tak banyak menguasai bola, Liverpool justru mampu beberapa kali membahayakan gawang Man City.

Bahkan Liverpool sukses unggul atas Man City pada menit ke-21 lewat gol Trent Alexander Arnold. Gol ini tercipta berawal dari umpan pendek Mohamed Salah kepada Trent Alexander Arnold.

Bahkan Liverpool sukses unggul atas Man City pada menit ke-21 lewat gol Trent Alexander Arnold. Gol ini tercipta berawal dari umpan pendek Mohamed Salah kepada Trent Alexander Arnold.

Manchester City sejatinya mendapatkan peluang emas lewat Haaland pada menit ke-34. Sayangnya sontekan Haaland di depan gawang Liverpool masih meleset.

Hingga pertandingan babak pertama berakhir tak ada gol tambahan yang tercipta. Liverpool sementara unggul 1-0 atas Manchester City.

Pada menit ke-70 Manchester City akhirnya mampu mencetak gol balasan lewat sontekan Julian Alvarez. Namun gol tersebut nyaris dianulir karena wasit Craig Pawson menilai telah lebih dulu terjadi pelanggaran sebelum gol terjadi.

Wasit Craig Pawson kemudian meminta waktu untuk melihat VAR dan akhirnya mengesahkan gol Alvarez.

Pada menit ke-80, wasit Craig Pawson kembali harus melihat VAR setelah bola hasil tandukan penyerang Liverpool Darwin Nunez mengenai tangan bek Man City Ruben Dias yang berdiri di kotak penalti.

Awalnya Craig tidak menilai momen itu sebagai handball, tapi Nunez dan pemain Liverpool lainnya langsung melakukan protes dan akhirnya wasit mengecek VAR.

Setelah melihat VAR, wasit akhirnya mengubah keputusannya dan memberikan penalti untuk Liverpool.

Liverpool kemabali berhasil cetak gol lagi.