Artikel Terbaru

Polandia Vs Argentina, Lionel Scaloni Bicara soal Robert Lewandowski dan Lionel Messi

Polandia Vs Argentina, Lionel Scaloni Bicara soal Robert Lewandowski dan Lionel Messi

Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, bicara soal Robert Lewandowski dan Lionel Messi jelang menghadapi timnas Polandia.

Timnas Argentina dan timnas Polandia akan menjalani laga penentuan nasib di Stadium 974, Rabu (30/11/2022) waktu setempat atau Kamis pukul 02.00 WIB, dalam matchday pemungkas Grup C Piala Dunia 2022.

Polandia masih menjadi pemuncak klasemen dengan raihan empat poin.

Sementara itu, Argentina berada di posisi kedua sambil mengantongi tiga poin, setara dengan Arab Saudi yang bertengger di urutan ketiga.

Adapun Meksiko berada di posisi paling buncit dengan satu poin.

Dengan kompisisi klasemen seperti di atas, Tim Tango butuh kemenangan untuk lolos.

Adapun Polandia hanya perlu hasil imbang.

Polandia Vs Argentina

Argentina sebenarya juga masih bisa lolos dengan hasil imbang asalkan Arab Saudi tidak menang atas Meksiko.

Jelang laga krusial tersebut, Lionel Scaloni mendapat pertanyaan menarik dari awak media.

Dia ditanya apakah Robert Lewandowski sudah selevel dengan Lionel Messi.

“Pertanyaan ini agak rumit, apakah dia berada di level yang sama dengan Messi? Anda hanya harus menikmati menonton pemain yang begitu bagus,” kata Scaloni seperti dikutip BolaSport.com dari Planet Sport.

“Mengapa membandingkan satu pemain dengan yang lain? Itu tidak membantu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Scaloni lalu memuji Lewandowski sebagai pemain yang luar biasa.

“Lewandowski adalah pemain top,” sambungnya.

“Suatu keistimewaan dan kesenangan melihatnya dari dekat, sebagai penggemar sepak bola.”

“Dia pemain yang hebat,” tutur Scaloni menambahkan.

Momen Apes Ronaldo, Selebrasi tapi Tak Jadi Gol

Momen Apes Ronaldo, Selebrasi tapi Tak Jadi Gol

Momen unik terjadi saat Cristiano Ronaldo batal mencatatkan diri sebagai pencetak gol timnas Portugal ke gawang timnas Uruguay dalam matchday kedua Grup H Piala Dunia 2022.

Portugal memetik poin penuh usai mengalahkan Uruguay 2-0 di Lusail Iconic Stadium, Senin (28/11/2022) atau Selasa dini hari WIB.

Gol pertama A Selecao tercipta pada menit ke-54 dan di warnai momen unik.

Prosesnya berawal dari umpan silang Bruno Fernandes ke kotak penalti yang kemudian di sambut Cristiano Ronaldo dengan sundulan.

CR7 langsung melompat kegirangan setelah melihat bola masuk ke gawang.

Merasa dirinya mencetak gol, Ronaldo lari ke pinggir lapangan untuk berselebrasi bersama pemain-pemain Portugal.

Namun, setelah di cek oleh ofisial pertandingan, gol tersebut di nyatakan bukan milik Ronaldo, melainkan Fernandes.

Momen Apes Ronaldo Bola di anggap tidak menyentuh kepala sang superstar sebelum masuk ke gawang.

Alhasil, Ronaldo gagal ‘mencuri’ gol Fernandes.

Ronaldo pun di tarik keluar lapangan pada menit ke-82 untuk di gantikan Goncalo Ramos.

Selang 10 menit kemudian, Fernandes menggandakan keunggulan Portugal via eksekusi penalti.

Gara-gara tak jadi bikin gol, Ronaldo batal mengukir dua rekor di Piala Dunia.

Pertama, Ronaldo gagal membobol gawang tim asal CONMEBOL untuk kali pertama.

Kedua, dia batal menyamai prestasi Eusebio sebagai top scorer Portugal dalam Piala Dunia (sembilan gol).

Usai Pergi dari Man United, Cristiano Ronaldo akan Sulit Dapat Klub Baru karena 1 Hal

Usai Pergi dari Man United, Cristiano Ronaldo akan Sulit Dapat Klub Baru karena 1 Hal

Cristiano Ronaldo di perkirakan akan kesulitan mendapatkan klub baru karena satu hal usai pergi dari Manchester United.

Nama Cristiano Ronaldo sempat mencuri perhatian para penikmat sepak bola jelang Piala Dunia 2022.

Hal itu tidak lepas dari aksi Ronaldo melakukan wawancara dengan jurnalis kenamaan Inggris, Piers Morgan.

Dalam wawancara tersebut, CR7 menyampaikan berbagai pernyataan kontroversial.

Ronaldo mengkritik banyak pihak yang berhubungan dengan Manchester United.

Manajemen, pemilik, pelatih, hingga pemain muda Manchester United tidak luput dari kritikan Ronaldo.

Pernyataannya itu membuat sang superstar akhirnya di putus kontrak oleh Man United.

Padahal, kontrak Ronaldo di Manchester United baru akan berakhir pada 2023.

Dengan demikian, Ronaldo saat ini sudah di pastikan tidak memiliki klub hingga bursa transfer Januari 2023.

Sejak pergi dari Manchester United, banyak klub yang mulai di kaitkan dengan megabintang Portugal itu.

Akan tetapi, mantan gelandang Chelsea, John Obi Mikel, menyebut kalau Ronaldo bisa saja kesulitan mendapatkan klub baru.

Usai Pergi dari Man United, Cristiano Ronaldo akan Sulit Dapat Klub Baru karena 1 Hal

Menurut Mikel ada satu hal yang akan membuat Ronaldo sulit untuk menemukan klub baru.

Mikel menyebut kalau klub-klub lain bisa saja enggan merekrut Ronaldo karena khawatir kejadian yang sama terulang lagi.

Bahkan, Mikel juga mengaku kalau hal itulah yang membuatnya tidak pernah mengidolakan Ronaldo.

“Saya benar-benar tidak pernah menjadi penggemar Ronaldo,” ucap Mikel seperti di kutip dari Metro.co.uk.

“Bagi saya, ketika seorang pemain memiliki ego yang begitu tinggi, saya tidak begitu mengerti.”

“Dia tidak pernah menjadi salah satu pemain favorit saya dan itulah mengapa saya selalu memilih Lionel Messi.”

“Maksud saya, jika seseorang keluar dan memberikan wawancara seperti itu, apa yang membuat Anda berpikir, jika dia bergabung dengan klub Anda pada Januari, dia tidak akan melakukan hal yang sama?”

“Jadi, maksud saya, setiap klub akan menyadarinya,” lanjut Mikel.

Kendati demikian, Mikel paham betapa besar nama Ronaldo di kancah sepak bola.

Oleh karena itu, Ronaldo mungkin akan tetap mendapatkan klub baru pada Januari nanti.

“Namun, dengar, dia adalah Cristiano Ronaldo, dia salah satu pemain terhebat yang pernah memainkan permainan ini,” ujar Mikel.

“Saya pikir dia akan mendapatkan klub lain di bulan Januari dan melanjutkan karier sepak bolanya.”

“Namun, bagi saya, itu hanya skenario yang mengerikan. Dia telah melakukan banyak hal untuk klub, dan melihatnya berakhir seperti ini, itu sangat mengerikan.”

“Di pihaknya, saya akan mengatakan bahwa wawancara seharusnya tidak di lakukan, waktunya tidak tepat juga.”

“Itu tidak benar. Sepertinya tidak cocok untuk pemain yang telah mencapai banyak hal dalam permainan ini,” tutur Mikel melanjutkan.

Hadapi Wakil Eropa Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Tersulit bagi Timnas Arab Saudi

Hadapi Wakil Eropa Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Tersulit bagi Timnas Arab Saudi

Timnas Arab Saudi harus menunda mimpi mereka untuk bisa melangkah ke babak gugur Piala Dunia Qatar 2022.

Arab Saudi memiliki peluang untuk menjadi tim pertama yang meraih tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 jika berhasil mengalahkan Polandia, Sabtu (26/11/2022) di Education City Stadium, Al Rayyan.

Bermain penuh percaya diri usai membuat kejutan dengan mengalahkan Argentina 2-1 pada laga pembuka grup, pasukan Herve Renard kini di paksa mengakui keunggulan timnas Polandia 0-2.

Arab Saudi memang mempunyai catatan yang kurang baik jika menghadapi tim dari Eropa pada putaran final Piala Dunia.

Sebelum Polandia, tercatat ada delapan negara Eropa lainnya yang sukses meraih kemenangan saat bersua Arab Saudi di putaran final Piala Dunia.

Belanda adalah tim Eropa pertama yang menorehkan kekalahan bagi Arab Saudi saat melakoni debut pada putaran final Piala Dunia 1994.

Saat itu duel kedua negara berakhir dengan kekalahan 1-2 Arab Saudi.

Swedia menghentikan kejutan Arab Saudi di Piala Dunia 1994 saat kedua negara berjumpa pada babak 16 besar.

Empat tahun berselang, giliran Denmark dan Prancis yang mengalahkan Arab Saudi.

Satu memori yang teringat dari salah satu kekalahan Arab Saudi di Piala Dunia 1998 tentu saja kartu merah yang di terima Zinedine Zidane.

Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang menjadi catatan hitam bagi Arab Saudi.

Para pemain Arab Saudi gagal mencetak sebiji gol pun dan menelan kekalahan di tiga pertandingan yang mereka jalani.

Hadapi Wakil Eropa Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Tersulit bagi Timnas Arab Saudi

Dua di antaranya adalah saat bertemu Irlandia dan Jerman.

Tiga negara Eropa lain yang menorehkan kekalahan

bagi Arab Saudi adalah Ukraina dan Spanyol pada Piala Dunia 2006 serta Rusia, sang tuan rumah Piala Dunia empat tahun silam.

Kekalahan dari Polandia menjadikan Arab Saudi telah menelan 10 kekalahan dari 11 kali

pertemuan dengan wakil-wakil Eropa pada putaran final Piala Dunia.

Timnas Arab Saudi hanya mampu mencetak 3 gol di mana 33 kali gawang mereka di bobol para pemain Benua Biru.

Satu-satunya hasil positif yang di miliki Arab Saudi saat menghadapi wakil dari Eropa terjadi saat

mereka mengalahkan Belgia 1-0 pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Langkah Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 belum pupus.

Bersyukur bagi Arab Saudi pada laga terakhir nanti mereka tak bertemu wakil Eropa.

Barangkali keberuntungan akan menghinggapi pasukan Herve Renard saat berjumpa Meksiko di laga pamungkas Grup C.

Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo, Junior Lionel Messi Tunjuk Posisi Favorit di Man United

Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo, Junior Lionel Messi Tunjuk Posisi Favorit di Man United

Junior Lionel Messi, Alejandro Garnacho, mengikuti jejak Cristiano Ronaldo dan menunjuk posisi bermain favoritnya di Manchester United.

Nama Alejandro Garnacho memang tengah mencuri perhatian para penggemar sepak bola Inggris.

Performa apik Garnacho bersama Manchester United membuat namanya melambung dan mulai banyak di kenal.

Terlebih lagi, Garnacho terpilih menjadi Pemain Terbaik November 2022 di internal Manchester United.

Garnacho pun di gadang-gadang memiliki masa depan yang cerah bersama Manchester United.

Berposisi sebagai winger kiri, junior Lionel Messi di timnas Argentina itu di sebut akan menjadi penerus Cristiano Ronaldo.

Garnacho sendiri juga mengaku bahwa ia memang lebih suka dan nyaman bermain di posisi winger kiri.

Terlebih lagi, Garnacho menggunakan kaki kanannya sebagai kaki dominan di sepanjang pertandingan.

Menurut Garnacho, dengan berposisi sebagai winger kiri, Ia bisa melakukan cut in.

Akan tetapi, Garnacho juga ingin melatih kaki kirinya agar menjadi winger yang lengkap dan hebat.

“Saya selalu suka bermain melebar di sisi kiri, sebagai pemain dengan kaki kanan yang mampu melakukan cut in,” kata Garnacho di laman resmi Manchester United

“Untuk dapat bermain sebagai pemain dengan kaki kanan di sisi kiri, Anda juga harus cukup bagus dengan kaki Anda yang lebih lemah.”

“Sejak usia dini, saya selalu berlatih keras menggunakan kedua kaki, karena itu membuat Anda menjadi pemain yang jauh lebih bagus dan sekarang saya bisa bermain dengan kedua kaki, bukan dengan sempurna, tetapi dengan standar yang bagus.”

“Untungnya saya bisa mencetak gol dengan kedua kaki saya tanpa terlalu banyak mengalami kesulitan,” tutur Garnacho melanjutkan.

Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo, Junior Lionel Messi Tunjuk Posisi Favorit di Man United

Posisi winger kiri sebelumnya memang identik dengan Cristiano Ronaldo saat bermain di berbagai klub.

Sepanjang kariernya, Ronaldo mencatatkan 399 penampilan di posisi winger kiri.

Ronaldo juga memulai kariernya di Sporting CP dan Manchester United dengan bermain di posisi winger kiri.

Oleh karena itu, Garnacho bisa saja mengikuti jejak Ronaldo apabila dia benar-benar mau untuk terus konsisten bermain bagus.

Sejauh ini, Garnacho telah bermain sebanyak delapan kali untuk tim senior Manchester United.

Dari delapan pertandingan itu, Garnacho telah mencatatkan dua gol dan dua assist untuk Manchester United di berbagai kompetisi.

Uruguay Vs Korea Selatan Tanpa Gol, 2 Tim Sama-Sama Melempem

Uruguay Vs Korea Selatan Tanpa Gol, 2 Tim Sama-Sama Melempem

Laga Uruguay vs Korea Selatan berakhir tanpa gol. Kedua tim sama-sama melempem di babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2022.

Timnas Uruguay dan timnas Korea Selatan bertemu dalam matchday 1 babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2022 di Education City Stadium, Kamis (24/11/2022) waktu setempat atau malam hari WIB.

Di lansir dari laman resmi FIFA, pertandingan berjalan ketat antara kedua tim dengan Uruguay lebih unggul dalam hal penguasaan bola sebesar 57 persen.

Selain itu, timnas Uruguay mampu melepaskan 10 tembakan, tetapi tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang timnas Korea Selatan.

Begitu pula timnas Korea Selatan, mereka hanya mampu meluncurkan enam tembakan tanpa ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang timnas Uruguay.

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama, timnas Korea Selatan tampil lebih mendominasi penguasaan bola di bandingkan timnas Uruguay.

Pada 15 menit pertama, Korea Selatan mampu menguasai bola hingga 52 persen dalam pertandingan tersebut.

Namun, meskipun mendominasi penguasaan bola, Korea Selatan justru hampir kebobolan lebih dulu pada menit ke-19.

Gelandang timnas Uruguay, Federico Valverde, hampir menjebol gawang Kim Seung-Gyu usai menerima umpan terobos lambung di dalam kotak penalti.

Beruntung bagi Korea Selatan, tendangan cungkil Valverde hanya melambung tipis di atas mistar gawang Seung-Gyu.

Usai menciptakan peluang pertama, timnas Uruguay gantian bermain lebih menekan lini belakang Korea Selatan.

Timnas Uruguay pun melancarkan berbagai serangan ke lini belakang Taeguk Warriors yang di komandoi oleh Kim Min-Jae.

Akan tetapi, barisan pertahanan timnas Korea Selatan masih mampu bermain solid hingga laga berjalan setengah jam.

Anak-anak asuh Diego Alonso masih belum mampu mencetak gol pertama mereka di paruh pertama pertandingan kali ini.

Keasyikan menyerang, gawang timnas Uruguay malah hampir kebobolan pada menit ke-34 lewat aksi Hwang Ui-Jo.

Menerima umpan silang dari Kim Moon-Hwan, Ui-Jo melepaskan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti, tetapi masih mampu melambung tipis di atas mistar gawang Sergio Rochet.

Kedua tim terus melakukan jual-beli serangan di sisa babak pertama.

Hingga akhirnya, timnas Uruguay hampir menjebol gawang timnas Korea Selatan untuk kali kedua lewat sundulan Diego Godin.

Sialnya, sundulan Godin usai menerima sepak pojok Federico Valverde masih membentur tiang gawang Seung-Gyu.

Peluang tersebut sekaligus menutup babak pertama dan skor sama kuat tanpa gol mewarnai jeda turun minum.

Di babak kedua, pertandingan masih berjalan sengit antara kedua tim dengan saling melancarkan serangan satu sama lain.

Uruguay Vs Korea Selatan Tanpa Gol, 2 Tim Sama-Sama Melempem

Akan tetapi, hingga laga berjalan satu jam, baik Uruguay maupun Korea Selatan masih belum mampu mencetak satu gol pun.

Tak kunjung mampu mencetak gol, pelatih timnas Uruguay, Diego Alonso, mengubah strateginya dengan memasukkan Edinson Cavani pada menit ke-64.

Cavani masuk menggantikan sesama penyerang gaek La Celeste yang menjadi starter dalam laga itu, yakni Luis Suarez.

Namun, meskipun Cavani masuk, Uruguay tidak kunjung mampu mencetak gol ke gawang Korea Selatan pada pertandingan kali ini.

Uruguay hanya mampu mencatatkan peluang pada menit ke-81 lewat tendangan placing kaki kanan Darwin Nunez.

Hanya saja, sepakan penyerang Liverpool itu masih melebar di sisi kiri gawang timnas Korea Selatan.

La Celeste kembali membahayakan gawang Korea Selatan pada menit ke-90+1 lewat tendangan Fede Valverde.

Akan tetapi, bola hasil sepakan Valverde masih membentur tiang gawang sebelah kanan Korea Selatan.

Hingga laga berakhir, kedua tim tidak kunjung mampu mencetak gol dan pertandingan pun berakhir dengan skor 0-0.

Uruguay 0-0 Korea Selatan

Berikut susunan pemain Uruguay vs Korea Selatan seperti yang di kutip dari laman resmi FIFA:

Pelatih: Diego Alonso

Uruguay (4-3-3): 23-Sergio Rochet; 22-Martin Caceres, 3-Diego Godin, 2-Jose Gimenez, 16-Mathias Olivera (17-Matias Vina 79′); 15-Federico Valverde, 5-Matias Vecino (7-Nicolas De La Cruz 79′), 6-Rodrigo Bentancur; 8-Facundo Pellistri (13-Guillermo Varela 88′), 9-Luis Suarez (21-Edinson Cavani 64′), 11-Darwin Nunez

Pelatih: Paulo Bento

Korea Selatan (4-2-3-1): 1-Kim Seung-Gyu; 15-Kim Moon-Hwan, 4-Kim Min-Jae, 19-Kim Young-Gwon, 3-Kim Jin-Su; 6-Hwang In-Beom, 5-Jung Woo-Young; 17-Na Sang-Ho (18-Lee Kang-In 75′), 10-Lee Jae-Sung (13-Son Jun-ho 75′), 7-Son Heung-Min; 16-Hwang Ui-Jo (9-Cho Gue-Sung 74′)

Wasit: Clement Turpin (Prancis)

Klub Non-Liga Tertarik Angkut Cristiano Ronaldo

Klub Non-Liga Tertarik Angkut Cristiano Ronaldo Sebuah klub yang bermain di peringkat ke-14 non-liga tertarik mengangkut penyerang Manchester United,

Cristiano Ronaldo, dengan tawaran yang cukup bikin tertawa.

Pada Rabu (23/11/2022) dini hari pukul 00.30 WIB, Manchester United secara mengejutkan mengumumkan bahwa mereka akan melepas Cristiano Ronaldo.

Dalam pernyataanya, Manchester United mengatakan bahwa mereka akan melepas

Ronaldo dengan kesepatakan bersama dan berterima kasih atas konstribusianya selama membela klub.

“Cristiano Ronaldo akan meninggalkan Manchester United dengan kesepakatan bersama,” tulis pernyataan Man United.

“Klub berterima kasih kepadanya atas kontribusinya yang luar biasa selama dua periode di Old Trafford,

mencetak 145 gol dalam 346 penampilan, dan mendoakan dia serta keluarganya hal baik untuk masa depan.”

Semua orang di Manchester United tetap fokus dalam melanjutkan perkembangan di bawah

Erik ten Hag dan bekerja bersama untuk memberikan kesuksesan di lapangan,” bunyi penutup pernyataan klub.

Syahdan, keputusan di atas membuat Cristiano Ronaldo tak lagi punya klub.

Keadaan tersebut coba di manfaatkan klub non-liga dari Liga Inggris, AFC Crewe, untuk merekrut sang megabintang.

Di lansir dari Fotmob, AFC Crewe mengatakan bahwa mereka telah melakukan pendekatan resmi untuk merekrut Cristiano Ronaldo dengan kontrak satu tahun.

Klub Non-Liga Tertarik Angkut Cristiano Ronaldo

Andai Ronaldo menerima tawaran itu, maka bekas penyerang Juventus tersebut akan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di AFC Crewe.

Dalam laporan dari sumber yang sama, Crewe bakal membuat

Cristiano Ronaldo membawa pulang 35 pounds atau setara Rp659 ribu per minggunya.

Namun, nominal tersebut jelas sangat rendah dan membuat tertawa bagi penikmat sepak bola dan pemain sekalibar CR7.

Seperti di ketahui pendapatan Cristiano Ronaldo selama berkarier di Manchester United di taksir mencapai 480 ribu pounds atau sekitar Rp8,2 miliar per pekannya.

“Kami bisa mengonfirmasi bahwa klub telah membuat pendekatan resmi untuk merekrut

Cristiano Ronaldo yang berstatus bebas transfer, dengan tawaran kontrak satu tahun,” tulis AFC Crewe melalui laman resminya.

“Jika Cristiano menerima tawaran itu, dia akan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di

AFC Crewe dengan membawa pulang 35 pounds (Rp653 ribu) per minggu,” bunyi pernyataan klub tersebut.

Di luar itu, AFC Crewe sendiri bermain District League Premier Division dengan bertengger di peringkat ke-14.

Masih perlu di lihat apakah AFC Crewe hanya mencari sensasi untuk mendatangkan eks penyerang

Juventus dan Real Madrid itu atau memang benar-benar menyelamatkan karier sang pemain.

Cuma Kapten Tsubasa yang Bisa Kalahkan Jerman

Cuma Kapten Tsubasa yang Bisa Kalahkan Jerman

Mungkin timnas Jepang harus memanggil Tsubasa Ozora saat meladeni timnas Jerman pada laga perdana penyisihan Grup E Piala Dunia 2022.

Duel Jepang versus Jerman akan tersaji di Stadion Khalifa, Rabu (23/11/2022).

Partai kali ini layak di sebut sebagai ujian berat bagi Tim Samurai Biru.

Di tambah lagi, mereka tak di dukung trek rekor bagus kala bersua Tim Panser.

Sejarah mencatat Jepang tak pernah mengalahkan Jerman dari dua kali bentrok. Semua terjadi di laga uji coba.

Rinciannya adalah pasukan Negeri Sakura menelan satu kekalahan dan sekali imbang.

Dalam pertemuan pertama di NISSAN Stadium, 16 Desember 2004, Jepang di bekuk 0-3 oleh Jerman melalui brace Miroslav Klose dan satu gol Michael Ballack.

Pada 30 Mei 2006, Jepang di paksa bermain imbang 2-2 ketika gantian sowan ke Jerman.

Padahal tim tamu sempat unggul 2-0 berkat dwigol Naohiro Takahara, tetapi di balas Der Panzer lewat gol Klose dan Bastian Schweinsteiger.

Jika Jepang tak bisa mengalahkan Jerman di dunia nyata, setidaknya mereka bisa menang dalam versi anime.

Cuma Kapten Tsubasa yang Bisa Kalahkan Jerman

Di serial Captain Tsubasa Road to 2002, Jepang yang di kapteni Tsubasa Ozora berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 3-2 pada pertandingan final Piala Dunia usia muda.

Pertarungan kedua kubu di narasikan berlangsung sengit.

Jerman membuka keunggulan berkat jurus tendangan api milik Karl-Heinz Schneider.

Menolak menyerah, Jepang menyamakan kedudukan usai Taro Misaki menjebol gawang kawalan Deuter Muller dengan sundulan sambil menjatuhkan diri.

Jepang berbalik memimpin 2-1 lewat gol tendangan macan Kojiro Hyuga.

Namun, Schneider lagi-lagi menaklukkan kiper Genzo Wakabayashi, kali ini via sepakan kaki kiri.

Skor pun kembali seri. Duel semakin sengit.

Sebagai tokoh utama dan nyawa permainan Jepang, Tsubasa muncul bak pahlawan pada menit akhir laga.

Tendangan salto sang kapten menghadirkan gol kemenangan dramatis buat Jepang.

Jadilah Jepang mengangkat trofi Piala Dunia dan mengalahkan Jerman, dua hal yang belum pernah terjadi dalam kehidupan nyata.

3 Pemain Man United Gacor saat Inggris Vs Iran, Harry Maguire dan Luke Shaw Kesurupan Maldini-Roberto Carlos

3 Pemain Man United Gacor saat Inggris Vs Iran, Harry Maguire dan Luke Shaw Kesurupan Maldini-Roberto Carlos

Dalam duel Piala Dunia 2022 antara timnas Inggris vs Iran, tiga pemain Manchester United tampil gacor. Harry Maguire, Luke Shaw, dan Marcus Rashford berandil langsung untuk gol Inggris.

Harry Maguire, Luke Shaw, serta Marcus Rashford berkontribusi apik dalam laga timnas Inggris vs Iran di partai pembuka Grup B Piala Dunia 2022.

Ketiganya adalah pemain Manchester United yang di angkut Gareth Southgate ke Piala Dunia 2022.

Trio Maguire, Shaw, Rashford pun langsung tampil menjanjikan dalam pertandingan pertama timnas Inggris di Qatar.

Mereka terlibat langsung dalam penciptaan 3 dari 6 gol The Three Lions ke gawang timnas Iran di Khalifa International Stadium, Senin (21/11/2022).

Di jagat medsos, permainan Harry Maguire dan Luke Shaw bahkan di kait-kaitkan dengan dua defender legendaris dunia, Paolo Maldini dan Roberto Carlos.

Kekikukan yang sering di tampilkan Maguire saat membela Manchester United seperti menguap.

Dia tampil lugas di lini belakang, juga ampuh saat mengalirkan bola dan menciptakan peluang.

3 Pemain Man United Gacor saat Inggris Vs Iran

Maguire ialah pencipta peluang berbahaya pertama timnas Inggris ketika bola sundulannya menggetarkan mistar gawang (32′).

Pada menit-menit awal, kapten Manchester United itu juga melepaskan satu percobaan yang meleset dari gawang.

Aksi Maguire yang di gagalkan mistar turut memicu agresivitas tim hingga lahirlah gol pertama via sundulan Jude Bellingham tiga menit kemudian.

Selanjutnya, kepala Maguire juga membuahkan assist yang di teruskan Bukayo Saka untuk menciptakan gol kedua timnas Inggris (44′).

Catatan Sofascore menunjukkan Maguire melepaskan 3 percobaan, 10 umpan panjang akurat, operan presisi 89%, dan menang duel udara 100% (3/3).

Adapun Luke Shaw bermain lugas di sisi kiri pertahanan timnas Inggris.

Kontribusi nyata pemain yang kerap di juluki Shawberto Carlos pada hari terbaiknya ini berupa umpan silang yang melahirkan gol pembuka Bellingham.

Kalau di runut, proses gol tersebut juga terjadi berkat andil Maguire, yang memberikan umpan datar dari lini belakang.

Performa gacor wakil Manchester United pada duel Inggris vs Iran di lengkapi aksi Marcus Rashford di babak kedua.

Masuk sebagai pengganti Bukayo Saka, Rashford cuma butuh waktu 43 detik untuk mencetak gol di Piala Dunia.

Tembakan mendatar kaki kirinya usai mengecoh lawan menghasilkan gol kelima bagi The Three Lions.

Timnas Inggris menutup pertandingan pertama di Grup B Piala Dunia 2022 dengan kemenangan masif 6-2 atas Iran.

Ekuador Menangi Laga Perdana, Qatar Gagal Jaga Tradisi Tuan Rumah

Ekuador Menangi Laga Perdana, Qatar Gagal Jaga Tradisi Tuan Rumah

Timnas Ekuador memenangi laga melawan timnas Qatar di partai perdana Piala Dunia 2022. Qatar gagal menjaga tradisi tak terkalahkan negara tuan rumah yang bertanding di partai pembuka.

Timnas Qatar dan timnas Ekuador bertemu dalam partai perdana Grup A Piala Dunia 2022 pada Minggu (20/11/2022) malam WIB yang di gelar di Al Bayt Stadium.

Duel pembuka Piala Dunia 2022 ini berhasil di menangkan oleh timnas Ekuador dengan skor 2-0.

Enner Valencia berhasil mencetak brace melalui tendangan penalti menit ke-16 dan di lengkapi dengan satu gol lainnya menit ke-31.

Di kutip dari laman resmi FIFA, laga ini berjalan ketat dengan Ekuador unggul tipis menguasai bola 53 persen berbanding Qatar dengan 47 persen.

Ekuador juga unggul dari segi peluang dengan membuat 5 kesempatan dan 3 di antaranya tepat sasaran.

Adapun Qatar tak bisa membuat satu pun tendangan terarah dari 5 percobaan yang di ciptakan.

Hasil ini membuat Qatar menjadi satu-satunya negara tuan rumah yang mengalami kekalahan di laga perdana Piala Dunia.

Jalannya pertandingan Qatar vs Ekuador

Tuan rumah dikejutkan oleh gol cepat dari Ekuador yang di cetak oleh Enner Valencia saat laga berjalan tiga menit.

Menyambut tendangan bebas dari tengah lapangan, kiper Qatar, Saad Al Sheeb, gagal menepis bola udara dengan baik.

Bola liar tersebut di sundul oleh Michael Estrada lalu diteruskan oleh Felix Torres dengan umpan tendangan salto ke Valencia.

Valencia berhasil menanduk bola tersebut masuk ke gawang. Namun, kontoversi meliputi gol ini.

Wasit Daniele Orsato menggagalkan gol yang di cetak oleh Valencia ini sebab Estrada dianggap offside melalui VAR.

Terus menerus menekan, Ekuador mendapatkan hadiah penalti setelah sang kapten, Valencia, di langgar oleh Al Sheeb.

Ekuador Menangi Laga Perdana, Qatar Gagal Jaga Tradisi Tuan Rumah

Valencia yang maju sebagai penendang berhasil mengeksekusi bola dengan sempurna menggunakan kaki kanannya.

Dengan santai dan tenang, Valencia mengarahkan bola ke sisi kanan gawang Qatar menipu Al Sheeb yang bergerak ke sisi sebaliknya.

Ekuador mencetak gol perdana di Piala Dunia 2022 melalui Enner Valencia pada menit ke-16 yang membawa La Tri unggul 1-0 atas tuan rumah Qatar.

Valencia kembali menjadi momok di depan gawang Qatar usai mencetak gol kedua bagi Ekuador.

Crossing yang di kirimkan oleh Angelo Preciado mampu di maksimalkan oleh Valencia melalui sundulannya.

Bola sundulan Valencia menuju ke sudut kiri gawang dan tak mampu di jangkau oleh Al Sheeb.

Hingga babak pertama berakhir, Ekuador mampu unggul dengan skor 2-0 atas Qatar.

Usai turun minum, Ekuador tetap menekan pertahanan Qatar dengan menciptakan peluang di menit ke-55.

Tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti oleh Romario Ibarra masih bisa di tepis oleh Al Sheeb.

Jalannya babak kedua terjadi intensitas penurunan permainan, di mana Qatar kesulitan untuk menembus solidnya pertahanan Ekuador.

Ekuador akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang setelah laga selesai dan Qatar tak mampu mencetak gol.

La Tri menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0 atas Al Annabi lewat dua gol dari Enner Valencia.

Kemenangan ini membuat Ekuador untuk sementara memimpin Grup A, sedangkan Qatar harus berada di dasar klasemen.

Qatar 0-2 Ekuador (Enner Valencia 16′-pen, 31′)

Susunan pemain Qatar vs Ekuador

Qatar (3-4-3):
1-Saad Al Sheeb; 3-Abdelkarim Hassan, 16-Boualeem Khoukhi, 15-Bassam Al-Rawi; 14-Homam Ahmed, 6-Abdelaziz Hatem, 12-Karim Boudiaf, 2-Pedro Miguel; 11-Akram Afif, 19-Almoez Ali (9-Mohammed Muntari 72′), 10-Hassan Al Heidos (4-Mohammed Waad 71′)

Pelatih: Felix Sanchez

Ekuador (4-4-2)
1-Hernan Galindez; 17-Angelo Preciado, 2-Felix Torres, 3-Piero Hincapie, 7-Pervis Estupinan; 19-Gonzalo Plata, 20-Jhegson Mendez, 23-Moises Caicedo (21-Alan Franco 90′), 10-Romario Ibarra (16-Jeremy Sarmiento 68′); 13-Enner Valencia (5-Jose Cifuentes 77′); 11-Michael Estrada (26-Kevin Rodriguez 90′)

Pelatih: Gustavo Alfaro

Wasit: Daniele Orsato (Italia)